
"Yesterday, i saw woman, with her daughter laying upon her thigh. nothing special. until i saw her daughter's face. it's blue. her lips, it's purple. then i hold my breath a while when i saw her eyes, indistinctly red. "what the...", i think at that time. i dont know what happened to that girl. but then somehow it teach me something.."
pernah ga sih kalian, cewek2 ngebayangin pnya pacar yang cukup layak untuk diajak mengarungi hidup bersama, nikah, punya anak dari dia, dan anak kalian lucu2, baik, dll..pasti pernah ya. wong saya aja udah sering..banget mikir yang ky gitu. hehe..malah saya lg agak2 ingin menimang bayi neh, skrg2...
such a wonderful posession i think.. so it's okay to me.
berlebihan ga sih mikirnya?
menurut saya sih, kalo dalam umur diatas 21an udah mikir pgn punya baby, ya wajar2 aja..saya aja ngerasa naluri keibuan saya udah agak-agak kentara day by day.. even though i'm not yet a woman. semuanya, menurut saya udah diatur dalam episode demi episode yang tertata dgn rapi. sebuah life cycle yang harus dialami. mungkin untuk perempuan, si siklus tadi lebih kerasa.
saya mengalami, mulai dari abg jerawatan yg demen naksir2 cowok yg lewat, which means i'm having a pre puberty. panik saat 'dapet' pertama. mulai relax beberapa tahun setelahnya karena udah terbiasa. dan malah panik kl ga 'dapet', hehe... (takutnya ada penyakit atau apaa...bukan yg aneh2, loh! :P)
abis dr remaja, main sama temen2, pacaran dengan yg agak2 serius, mulai main2 hati lebih dalem lagi, dst..akhirnya tahap pacaran jd suatu hal serius yang mulai dipertimbangkan. udah mulai mikir gimana kedepannya kita kl pacaran dgn si ini atau si itu.. di kehidupan keluarga juga udah mulai bisa ngasih ke orang tua, udah bisa diajak ngobrolin hal-hal seputar keluarga. udah bukan jadi anak kecil lagi. disaat ini, saya, kita --perempuan--udah mulai menyiapkan tahap, untuk menjadi seorang wanita..
well..yg paling yahud menurut saya adalah transformasi kita sebagai manusia perempuan, dari hanya seorang anak yang memiliki orang tua, remaja, turns to be a woman, dan hingga nantinya akan menjadi orang tua yang memiliki anak. Wow. i guess it's amaze me. satu lingkaran hidup penuh arti, yang menurut saya akan didapat saat kita pada akhirnya akan merasakan menjadi orang tua.. tau betapa bangganya pada anak kita saat mereka bisa melangkah, bangga saat mereka belajar berucap 'mama dan papa', bangga saat mereka cantik dan sempurna..sekaligus sakit saat ternyata mereka mulai bisa melawan pada orang tua, dan saat bangkangan, hujatan, ketidak puasan harus kita terima karena sedikit banyak itu akan menjadi bagian dari proses anak kita menjadi dewasa.. oh my God. dual complex..
saya yakin akan sangat banyak pelajaran yang bisa kita dapat setiap detiknya soal transformasi ini. pelajaran2 itu, baik atau buruk, pahit atau manis, mendewasakan kita dengan caraNya.
kembali ke pemikiran soal transformasi seorang wanita tadi, impian2 untuk menikah dan punya anak, dan impian indah-indah lainnya juga merupakan motivasi--i believe--untuk memetakan dan memantapkan persiapan kita ke masa depan. saya pernah dengar kalimat, katanya manusia itu harus punya mimpi. karena kalau manusia tidak lagi punya mimpi, then we have nothing left. so keep on dreaming, u guys, coz ur life's depend to ur dream.
tapi itu mimpi yang indah2..
gimana kalau mimpi itu berhasil jadi nyata, tapi ada sesuatu yg 'menodainya'? misalnya..anak kita yang lucu hasil pernikahan dengan suami yang baik itu ternyata sakit..dia terkena jenis penyakit dimana hanya 1:1.000.000 anak di dunia menderita penyakit tsb? dia gbsa berkembang seperti layaknya anak2 kecil yg lain. hidupnya akan selalu bergantung.. gmn?
well, itu namanya suratan hidup sih..tp apa kita yang selama ini impikan biasanya kan selalu yg manis-manis..nah, maksud saya gimana kl suddenly apa yang kalian cita-citakan dgn indahnya malah membuat kalian rela, tapi sedikit merana?..naudzubillah ya, Allah..
bukan maksudnya menakut-nakuti dan tidak mensyukuri ujian hidup yang kiranya akan ada, hanya sekedar membagi perasaan bahwa banyak sekali yang kita harus siapkan --terutama perempuan-- untuk menghadapi ujian hidup, yang layaknya sebuah siklus, seperti halnya sesuatu yang membahagiakan, ujian pun akan berulang.
sebagai perempuan, pastinya apa yang dirasakan akan lebih banyak daripada kaum adam. kenapa? yah..karena dari sononya kita udah terlahir sebagai kaum yang halus, lembut, dan tentunya sensitif akan segala hal.. makanya, mungkin beban2 berat akan dihadapi secara dramatis oleh para perempuan, walaupun mereka tidak menunjukkannya pada dunia..
jadi..itu tadi. siapkan mental rupanya langkah yang tepat, mumpung masih muda..mumpung masih banyak waktu merenung dan berpikir menghayati hidup..
Be a woman, must be tough.
So be a tough woman, guys.. :)
Regards,..
such a wonderful posession i think.. so it's okay to me.
berlebihan ga sih mikirnya?
menurut saya sih, kalo dalam umur diatas 21an udah mikir pgn punya baby, ya wajar2 aja..saya aja ngerasa naluri keibuan saya udah agak-agak kentara day by day.. even though i'm not yet a woman. semuanya, menurut saya udah diatur dalam episode demi episode yang tertata dgn rapi. sebuah life cycle yang harus dialami. mungkin untuk perempuan, si siklus tadi lebih kerasa.
saya mengalami, mulai dari abg jerawatan yg demen naksir2 cowok yg lewat, which means i'm having a pre puberty. panik saat 'dapet' pertama. mulai relax beberapa tahun setelahnya karena udah terbiasa. dan malah panik kl ga 'dapet', hehe... (takutnya ada penyakit atau apaa...bukan yg aneh2, loh! :P)
abis dr remaja, main sama temen2, pacaran dengan yg agak2 serius, mulai main2 hati lebih dalem lagi, dst..akhirnya tahap pacaran jd suatu hal serius yang mulai dipertimbangkan. udah mulai mikir gimana kedepannya kita kl pacaran dgn si ini atau si itu.. di kehidupan keluarga juga udah mulai bisa ngasih ke orang tua, udah bisa diajak ngobrolin hal-hal seputar keluarga. udah bukan jadi anak kecil lagi. disaat ini, saya, kita --perempuan--udah mulai menyiapkan tahap, untuk menjadi seorang wanita..
well..yg paling yahud menurut saya adalah transformasi kita sebagai manusia perempuan, dari hanya seorang anak yang memiliki orang tua, remaja, turns to be a woman, dan hingga nantinya akan menjadi orang tua yang memiliki anak. Wow. i guess it's amaze me. satu lingkaran hidup penuh arti, yang menurut saya akan didapat saat kita pada akhirnya akan merasakan menjadi orang tua.. tau betapa bangganya pada anak kita saat mereka bisa melangkah, bangga saat mereka belajar berucap 'mama dan papa', bangga saat mereka cantik dan sempurna..sekaligus sakit saat ternyata mereka mulai bisa melawan pada orang tua, dan saat bangkangan, hujatan, ketidak puasan harus kita terima karena sedikit banyak itu akan menjadi bagian dari proses anak kita menjadi dewasa.. oh my God. dual complex..
saya yakin akan sangat banyak pelajaran yang bisa kita dapat setiap detiknya soal transformasi ini. pelajaran2 itu, baik atau buruk, pahit atau manis, mendewasakan kita dengan caraNya.
kembali ke pemikiran soal transformasi seorang wanita tadi, impian2 untuk menikah dan punya anak, dan impian indah-indah lainnya juga merupakan motivasi--i believe--untuk memetakan dan memantapkan persiapan kita ke masa depan. saya pernah dengar kalimat, katanya manusia itu harus punya mimpi. karena kalau manusia tidak lagi punya mimpi, then we have nothing left. so keep on dreaming, u guys, coz ur life's depend to ur dream.
tapi itu mimpi yang indah2..
gimana kalau mimpi itu berhasil jadi nyata, tapi ada sesuatu yg 'menodainya'? misalnya..anak kita yang lucu hasil pernikahan dengan suami yang baik itu ternyata sakit..dia terkena jenis penyakit dimana hanya 1:1.000.000 anak di dunia menderita penyakit tsb? dia gbsa berkembang seperti layaknya anak2 kecil yg lain. hidupnya akan selalu bergantung.. gmn?
well, itu namanya suratan hidup sih..tp apa kita yang selama ini impikan biasanya kan selalu yg manis-manis..nah, maksud saya gimana kl suddenly apa yang kalian cita-citakan dgn indahnya malah membuat kalian rela, tapi sedikit merana?..naudzubillah ya, Allah..
bukan maksudnya menakut-nakuti dan tidak mensyukuri ujian hidup yang kiranya akan ada, hanya sekedar membagi perasaan bahwa banyak sekali yang kita harus siapkan --terutama perempuan-- untuk menghadapi ujian hidup, yang layaknya sebuah siklus, seperti halnya sesuatu yang membahagiakan, ujian pun akan berulang.
sebagai perempuan, pastinya apa yang dirasakan akan lebih banyak daripada kaum adam. kenapa? yah..karena dari sononya kita udah terlahir sebagai kaum yang halus, lembut, dan tentunya sensitif akan segala hal.. makanya, mungkin beban2 berat akan dihadapi secara dramatis oleh para perempuan, walaupun mereka tidak menunjukkannya pada dunia..
jadi..itu tadi. siapkan mental rupanya langkah yang tepat, mumpung masih muda..mumpung masih banyak waktu merenung dan berpikir menghayati hidup..
Be a woman, must be tough.
So be a tough woman, guys.. :)
Regards,..

